Total Tayangan Halaman

Follow Me

free counters

ShoutMix chat widget

postheadericon BELAJAR KARAKTER LEWAT NEGERI JEPANG…

Perjalanan dakwah ke Jepang memberikan beberapa pelajaran berharga yang bermanfaat, serta memberikan ‘ibrah yang dapat membuka wawasan baru, sesuatu yang sangat penting buat bangsa kita untuk dapat berubah secara mental.
Disiplin Waktu
Menghargai waktu sudah jadi bagian akidah dasar orang Jepang. Di Jepang, waktu tidak lagi diukur dengan ukuran bulan, minggu atau hari, tapi berdasarkan ukuran jam dan menit.
Ketika naik Shinkansen, panitia hanya memberi bekal waktu saja.”Pokoknya ustadz lihat jam saja. Begitu jam yang tertera di tiket itu sudah tiba, kereta pasti berhenti dan stasiunnya pasti benar”, begitu pesan mereka.
Dan benar saja, tepat pada waktunya, kereta memang berhenti. Tidak tahu stasiun ini apa namanya, pokoknya kereta berhenti pada jadwal di mana kami harus turun. Ya, sudah, turun saja. Dan benar sekali. Pas di pintu gerbong, panitia sudah menunggu. Hebat, jam di Jepang memang dibuat dari logam, tidak seperti di negeri kita, jam rata-rata dibuat dari karet, jadi bisa ditarik melar ke sana kemari.
Jalan Kaki atau Naik Sepeda
Mau bergaya naik mobil pribadi di Jepang?
Boleh-boleh saja. Tapi sebentar, di Tokyo jarang ada tempat parkir. Kalau pun ada, harganya mahal. Dan jangan coba-coba parkir sembarangan, atau melebihi batas maksimal waktu yang dibolehkan. Bisa-bisa mobil kita ditempeli surat oleh polisi.
Mau tahu dendanya? Ya, sekitar 1, 2 jutaan rupiah. Wah, lumayan juga ya. Itulah mengapa kita harus berpikir berkali-kali kalau mau beli mobil di Tokyo. Apalagi sudah ada subway yang jauh lebih murah, dinamis dan juga bisa mengkases semua wilayah di Tokyo.
Walhasil, apakah dia pejabat, direktur atau pun tukang sapu, kita lihat mereka pergi ke mana-mana jalan kaki atau naik subway. Tidak ada perbedaan apakah mereka kaya ataukah miskin, semua sama-sama antri, semua sama-sama berbagi di dalam kereta subway yang penuh sesat, tapi aman dan nyaman.
Justru buat kami sedikit problem, karena tidak biasa olahraga walau pun hanya jalan kaki. Melihat orang ke mana-mana jalan kaki, kayaknya orang Jepang itu tidak ada capeknya. Sementara kaki ini sudah lecet karena dibawa jalan kaki ke mana-mana. Dan jangan coba-coba cari tukang ojek di Tokyo, ditanggung tidak ada.
Wah untung tidak ada Zaenal Abidin, kalau dia ada pasti dibilang peluang bisnis tuh. Dibuka: peluang jadi tukang ojek di Tokyo.

postheadericon Mengapa Jepang menjadi Negara MAju....

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras.
Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun,
sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika
(1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680
jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan
sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan
47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang
boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat
adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang,
dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang
tidak dibutuhkan" oleh perusahaan.
2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri
(bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi
ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke
fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat
(mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal
menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak
SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek
atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang
memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi
di belakangnya dengan memotong jalur di
tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila
mereka melanggar peraturan ataupun norma
yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti
konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.
Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat
terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket
pada sekitar jam 19:30.
Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa
supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya
pada waktu sekitar setengah jam sebelum
tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

postheadericon Pendidikan Adalah Investasi Untuk Masa Depan Lebih Baik

☣⎝⎝⏠⏝⏠⎠ §uI₰Є §ФZε™ღ
Ada suatu nasehat yang sering kita dengar,"Janganlah berikan ikan, tapi berikan anakmu kail".Nasehat ini sangat relevan dengan fungsi orang tua dalam mendidik anak. Kalau anak diberikan ikan ia tidak akan pernah tahu bagaimana cara mendapatkan ikan tersebut dan bagaimana perjuangan mendapatkan ikan ,tetapi kalau ia diberikan kail maka dengan sendirinya ia akan mendapatkan ikan sekaligus tahu bagaimana perlunya sebuah perjuangan atau usaha untuk mendapatkan ikan tersebut. Kalau direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui orang tua yang bekerja keras memeras keringat membanting tulang mencari uang demi menghidupi keluarga.Ia takut anak-anaknya nanti sengsara kalau ia sudah tiada, sehingga anak-anaknya sudah dipersiapkan harta warisan yang banyak. Karena sibuk bekerja ia tidak peduli bagaimana pendidikan dan pergaulan anaknya di luar sana.Yang dipikirkannya adalah bagaimana mendapatkan harta yang banyak untuk anak-anaknya.

postheadericon Tips Merancang Masa Depan lebih baik

Teman banyak yang miris ,takut,tidak percaya diri, tidak bisa ,tidak mungkin ,tidak punya bakat dst ketakutan akan kata tidak bisa, dan tidak tahu,tidak ada bakat adalah "label "yang kerap terjadi pada manusia , sebenarnya siapa yang mencap atau memberi label kata "tidak bisa" ?
kecuali diri sendiri.

Semua bisa diubah pola pikir yang demikian , sebab
bisa saja terjadi phobia untuk melangkah ,bertindak dalam hal positif. Tapi disini kami tidak akan memberikan solusi ,sebab semua kembali kepada diri masing-masing akan mau belajar? mau mengubah ? mau maju ? mau sukses atau tidak?

Siapkan anda dengan masa depan yang lebih baik , hari esok kita tidak pernah tahu apa yang bakal terjadi, yang bisa kita lakukana adalah menata,merancang,mendesain hari esok lebih sukses.

About Me

Foto Saya
Muhammad Ismi
Lihat profil lengkapku

Entri Populer